Sunday, October 27, 2019

Akun Blog


AKUN BLOG

Email  =  panglimasantri72@gmail.com
Password  =  g*r*zk*l
Read More ->>

Friday, October 25, 2019

MAKALAH KURIKULUM 1964

  • KATA PENGANTA
  • Alhamdulillah, puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “KURIKULUM 1964” Mata Kuliyah Telaah Kurikulum PAI dengan tepat waktu. Sholawat serta salam tak lupa penulis sanjungkan kepada Nabi Besar Muhammad SAW yang kita nanti-nantikan syafa’atnya kelak di yaumul kiamah.
  • Penulis menyadari didalam pembuatan makalah ini berkat bantuan dan tuntunan Tuhan Yang Maha Esa dan tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini penulis menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
  • 1.    Bapak Sardin, M.Pd selaku dosen pengampu yang telah memberikan arahan kepada kami dalam rangka penyelesaian makalah ini.
  • 2.      Kepada orang tua yang memotivasi kami sehingga makalah ini terselesaikan.
  • 3.      Kepada teman-teman dan semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu.
  • Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT, maka penulis menyadari bahwa dalam penyusunan dan penulisan makalah ini masih banyak kekuarangan dan kesalahan, baik dalam penulisan maupun penyajian materi. Untuk itu kritik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak sangat penulis harapkan guna penyempurnaan dalam penyusunan dan penulisan tugas kelompok ini dan tugas-tugas selanjutnya.

  • Pejanggik, 03 Oktober 2016


  • Penyusun


  • BAB I
  • PENDAHULUAN
  • 1.1  Latar Belakang
  • Perjalanan sejarah bangsa telah mencatat bahwa perubahan pergantian kurikulum pendidikan yang semestinya mengantarkan bangsa dan rakyat Indonesia untuk eksis dalam percaturan global ternyata justru terbalik dengan kenyataan yang ada. Negeri ini malah kian terpuruk dan tertinggal dengan bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu, dengan membuka lembaran sejarah kurikulum di Indonesia, diharapkan pemerintah dan segenap komponen bangsa yang terkait langsung menangani pendidikan di Indonesia untuk mencari formulasi yang ideal dalam mengembangkan kurikulum yang bernuansa global, kuat dalam visi dan tidak menghilangkan nuansa kepribadian bangsa Indonesia. Menilik benang merah sejarah Indonesia merdeka, haruslah diakui bahwa politik “etis” kolonial Belanda sekitar tahun 1900-an yang bersifat setengah hati, karena tuntutan abad pencerahan di Eropa, telah memberikan semangat nasionalisme dan intelektualisme. Dimana pendidikan diyakini sebagai jembatan emas menuju pencerahan dan kemerdekaan bangsa.
  • 1.2. Rumusan Masalah
  • 1. Bagaimana Sejarah Kurikulum?
  • 2. Apa Pengertian Kurikulum?
  • 3. Bagaimana Implementasi Kurikulum 1964?
  • 4. Apa Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum 1964?
  • 5. Bagaimana Analisis Kurikulum 1964?
  • 1.3. Tujuan
  •       Dari rumusan masalah diatas tujuan dari makalah diatas adalah :
  • 1. Mengetahui Sejarah Kurikulum
  • 2. Mengetahui Pegertian Kurikulum
  • 3. Mengetahui Implementasi Kurikulum 1964
  • 4. Kelebihan dan Kekurangan Kurikulum 1964
  • 5. Mengertahui Analisis Kurikulum 1964 – KTSP


  • BAB II
  • PEMBAHASAN

  • Sejarah Kurikulum
  • Sejarah kurikulum pendidikan di Indonesia kerap berubah setiap ada pergantian Menteri Pendidikan, sehingga mutu pendidikan Indonesia hingga kini belum memenuhi standar mutu yang jelas dan mantap. Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasional telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994, 2004, dan 2006. Perubahan tersebut merupakan konsekuensi logis dari terjadinya perubahan sistem politik, sosial budaya, ekonomi, dan iptek dalam masyarakat berbangsa dan bernegara. Sebab, kurikulum sebagai seperangkat rencana pendidikan perlu dikembangkan secara dinamis sesuai dengan tuntutan dan perubahan yang terjadi di masyarakat. Semua kurikulum nasional dirancang berdasarkan landasan yang sama, yaitu Pancasila dan UUD 1945, perbedaanya pada penekanan pokok dari tujuan pendidikan serta pendekatan dalam merealisasikannya..
  • Pengertian Kurikulum
  • Secara Umum kurikulum diartikan sebagai mata pelajaran yang di ajarkan disekolah. Kurikulum juga diartikan sebagai suatu rencana yang sengaja dirancang untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan.
  • Pengertian kurikulum menurut para pakar pendidikan sebagai berikut :
  • 1. Franklin Bobbt (1918)
  • Kurikulum adalah susunan pengalaman belajar terarah yang digunakan oleh sekolah untuk membentangkan individual anak didik
  • 2. Hollins Caswell (1935)
  • Kurikulum adalah susunan pengalaman yang digunakan guru sebagai proses dan prosedur untuk membimbing anak didik menuju kedewasaan
  • 3. Ralph Tyler (1857)
  • Kurikulum adalah susunan pengalaman belajar yang direncanakan dan diarahkan oleh sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan
  • 4. Robert Gagne (1967)
  • Kurikulum adalah suatu rangkaian unit materi belajar yang disusun sedemikian rupa sehingga anak didik dapat mempelajarinya berdasarkan kemampuan yang dimilikinya
  • 5. Michael Schiro (1978)
  • Kurikulum adalah sebagai proses pengembangan anak didik yang diharapkan terjadi dan digunakan dalam perencanaan. Jadi Kurikulum merupakan suatu rencana pendidikan, memberikan pedoman dan pegangan tentang urutan isi, serta proses pendidikan.
  • Fungsi Kurikulum
  • Kurikulum dapat berupa :
  • Rancangan kurikulum, yaitu buku kurikulum suatu lembaga pendidikan
  • Pelaksanaan kurikulum, yaitu suatu proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan
  • Evaluasi Kurikulum, yaitu penilaian hasil-hasil pendidikan.
  • Fungsi Kurikulum ditinjau dari tiga segi :
  • Fungsi bagi sekolah yang bersangkutan
  • Fungsi bagi sekolah tingkat diatasnya
  • Fungsi bagi masyarakat
  • Kurikulum memiliki lima komponen utama, yaitu : (1) tujuan; (2) materi; (3) strategi, pembelajaran; (4) organisasi kurikulum dan (5) evaluasi. Kelima komponen tersebut memiliki keterkaitan yang erat dan tidak bisa dipisahkan. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan diuraikan tentang masing-masing komponen tersebut.
  • Kedudukan Kurikulum Dalam Pendidikan
  • Tugas utama seorang guru adalah membimbing, mengajar, serta melatih peserta didik secara profesional sehingga dapat mengantarkan peserta didiknya kepada pencapaian tujuan pendidikan. Sehingga untuk melaksanakan tugas melaksanakan tugas tersebut guru berpedoman pada suatu alat yang disebut kurikulum. Kurikulum merupakan syarat mutlak bagi pendidikan disekolah. hal ini berarti bahwa kurikulum merupakan bagaian yang tak tepisahkan dari pendidikan atau pembelajaran.



  • KURIKULUM  1964

  • Kurikulum Pendidikan 1964 Usai tahun 1952, menjelang tahun 1964 pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum pendidikan di Indonesia. Di penghujung era Presiden Soekarno, muncul Rencana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964. Kurikulum kali ini diberi nama dengan Rentjana pendidikan 1964. Isu yang berkembang pada rencana pendidikan 1964 adalah konsep pembelajaran yang bersifat aktif, kreatif, dan produktif. Konsep pembelajaran ini mewajibkan sekolah membimbing anak agar mampu memikirkan sendiri pemecahan persoalan (problem solving).  Kurikulum 1964 ditekankan pada penguasaan ilmu pengetahuan, sehingga yang menjadi ciri dari kurikulum ini pembelajaran dipusatkan pada program pancawardhana yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional, keprigelan (keterampilan) dan jasmani. Konsekuensi Panca Wardhana dalam dunia pendidikan sangat jelas. Kurikulum harus diarahkan untuk mengembangkan kualitas yang dinyatakan dalam Panca Wardhana dalam semangat Manipol-USDEK.
  • Tujuan pendidikan berubah dari menghasilkan manusia yang susila dan demokratis menjadi manusia susila yang sosialis dan pelopor dalam membela Manipol- USDEK. Perubahan yang sangat menonjol dalam kurikulum adalah adanya mata pelajaran Civics yang diarahkan untuk pembentukan warga negara yang bercirikan Manipol-USDEK. Civics menjadi mata pelajaran yang mengemban pendidikan ideologi bangsa dan ini merupakan awal dari pendidikan ideologi dalam kurikulum. Mata pelajaran ini adalah mata pelajaran yang berisikan materi pelajaran yang sangat ditentukan oleh ideologi dan politik.  Pada saat itu pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis, yang disesuaikan dengan perkembangan anak. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah: bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD. Mata pelajaran diklasifikasikan dalam lima kelompok bidang studi: moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan (keterampilan), dan jasmaniah. Cara belajar dijalankan dengan metode disebut gotong royong terpimpin.
  • Selain itu pemerintah menerapkan hari sabtu sebagai hari krida. Maksudnya, pada hari Sabtu, siswa diberi kebebasan berlatih kegitan di bidang kebudayaan, kesenian, olah raga, dan permainan, sesuai minat siswa. Kurikulum 1964 adalah alat untuk membentuk manusia pacasialis yang sosialis Indonesia, dengan sifat-sifat seperti pada ketetapan MPRS No II tahun 1960. Hal yang perlu dipahami adalah sampai dengan tahun 1960-an tujuan pendidikan nasional seperti yang tertulis dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950 Undang-Undang No. 12 Tahun 1954, dan pada era Demokrasi Terpimpin dalam penetapan Presiden. Dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1954 tujuan pendidikan nasional adalah “membentuk manusia Indonesia yang susila dan cakap serta bertanggung jawab”. Adapun dalam era Demokrasi Terpimpin tekanannya pada pembentukan manusia Pancasila dan manusia sosialis Indonesia.
  • Isu yang berkembang pada rencana pendidikan 1964 adalah konsep pembelajaran yang bersifat aktif, kreatif, dan produktif. Konsep pembelajaran ini mewajibkan sekolah membimbing anak agar mampu memikirkan sendiri pemecahan persoalan (problem solving). Rencana Pendidikan 1964 melahirkan Kurikulum 1964 yang menitik beratkan pada pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral, yang kemudian dikenal dengan istilah Pancawardhana. Disebut Pancawardhana karena lima kelompok bidang studi, yaitu:
  • 1.    Kelompok perkembangan moral
  • 2.    Kecerdasan
  • 3.    Emosional/artisitk
  • 4.    Keprigelan (keterampilan), dan
  • 5.    Jasmaniah.
  • Pada saat itu pendidikan dasar lebih menekankan pada pengetahuan dan kegiatan fungsional praktis, yang disesuaikan dengan perkembangan anak. Cara belajar dijalankan dengan metode disebut gotong royong terpimpin. Selain itu pemerintah menerapkan hari sabtu sebagai hari krida. Maksudnya, pada hari Sabtu, siswa diberi kebebasan berlatih kegiatan di bidang kebudayaan, kesenian, olah raga, dan permainan, sesuai minat siswa. Kurikulum 1964 adalah alat untuk membentuk manusia pancasialis yang sosialis Indonesia, dengan sifat-sifat seperti pada ketetapan MPRS No II tahun 1960, yaitu:
  • 1.      Pendidikan sebagai pembina Manusia Indonesia Baru yang berakhlak tinggi.
  • 2.      Pendidikan sebagai produsen tenaga kerja dalam semua bidang dan tingkatan.
  • 3.      Pendidikan sebagai lembaga pengembang Kebudayaan Nasional.
  • 4.      Pendidikan sebagai lembaga pengembang ilmu pengetahuan, teknik dan fisik/mental.
  • 5.      Pendidikan sebagai lembaga penggerak seluruh kekuatan rakyat.

  • Penyelenggaraan pendidikan dengan kurikulum 1964 mengubah penilaian di rapor bagi kelas I dan II yang asalnya berupa skor 10 – 100 menjadi huruf A, B, C, dan D. Sedangkan bagi kelas II hingga VI tetap menggunakan skor 10 – 100. Kurikulum 1964 bersifat separate subject curriculum, yang memisahkan mata pelajaran berdasarkan lima kelompok bidang studi (Pancawardhana). Struktur program berdasarkan kurikulum ini, yaitu: 
  • I. Pengembangan Moral
  • 1. Pendidikan kemasyarakatan
  • 2. Pendidikan agama/budi pekerti
  • II. Perkembangan kecerdasan
  • 3. Bahasa Daerah
  • 4. Bahasa Indonesia    
  • 5. Berhitung
  • 6. Pengetahuan alamiah
  • III. Pengembangan emosional/artistik
  • 7. Pendidikan kesenian
  • IV. Pengembangan keprigelan
  • 8. Pendidikan keprigelan atau keterampilan
  • V. Pengembangan jasmani
  • 9. Pendidikan jasmani dan kesehatan
  • KELEBIHAN DAN KEKURANGAN KURIKULUM  1964
  • Semua kurikulum yang ada di Indonesia ini memiliki kekurangan dan kelebihan sehingga perlu adanya peningkatan mutu atau perubahan kurikulum, begitu juga dengan  Kurikulum 1964 memiliki kekurangan dan kelebihan sebagai berikut:
  • Kekurangan Kurikulum 1964
  • Masih sentralistik (sistem masih diatur oleh pusat/pemerintah) jadi tiap satuan pendidikan tidak dapat mengatur sistem pendidikannya secara mandiri. Jumlah pelajarannya hanya 9. Djauzak menyebut Kurikulum 1964 sebagai kurikulum bulat. “Hanya memuat mata pelajaran pokok-pokok saja,” katanya.  Muatan materi pelajaran bersifat teoritis, tak mengaitkan dengan permasalahan faktual di lapangan. Titik beratnya pada materi apa saja yang tepat diberikan kepada siswa di setiap jenjang pendidikan.
  • Kelebihan kurikulum 1964
  • Bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana  (Hamalik, 2004), yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan, dan jasmani. Perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kurikulum 1964 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen. Ditekankan pada upaya untuk membentuk manusia Pancasila sejati, kuat, dan sehat jasmani, mempertinggi kecerdasan dan keterampilan jasmani, moral, budi pekerti, dan keyakinan beragama.


  • BAB III
  • PENUTUP
  •  Kesimpulan
  • Sejarah kurikulum pendidikan di Indonesia kerap berubah setiap ada pergantian Menteri Pendidikan, sehingga mutu pendidikan Indonesia hingga kini belum memenuhi standar mutu yang jelas dan mantap. Dalam perjalanan sejarah sejak tahun 1945, kurikulum pendidikan nasioal telah mengalami perubahan, yaitu pada tahun 1947, 1952, 1964, 1968, 1975, 1984, 1994,
  •   Kurikulum adalah sebagai proses pengembangan anak didik yang diharapkan terjadi dan digunakan dalam perencanaan. Jadi Kurikulum merupakan suatu rencana pendidikan, memberikan pedoman dan pegangan tentang urutan isi, serta proses pendidikan. Secara Umum kurikulum diartikan sebagai mata pelajaran yang di ajarkan disekolah. Kurikulum juga diartikan sebagai suatu rencana yang sengaja dirancang untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan
  • Kurikulum Pendidikan 1964 Usai tahun 1952, menjelang tahun 1964 pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum pendidikan di Indonesia. Di penghujung era Presiden Soekarno, muncul Rencana Pendidikan 1964 atau Kurikulum 1964. Kurikulum kali ini diberi nama dengan Rentjana pendidikan 1964. Isu yang berkembang pada rencana pendidikan 1964 adalah konsep pembelajaran yang bersifat aktif, kreatif, dan produktif. Konsep pembelajaran ini mewajibkan sekolah membimbing anak agar mampu memikirkan sendiri pemecahan persoalan (problem solving).
  • ·         Rencana Pendidikan 1964 melahirkan Kurikulum 1964 yang menitik beratkan pada pengembangan daya cipta, rasa, karsa, karya, dan moral, yang kemudian dikenal dengan istilah Pancawardhana. Disebut Pancawardhana karena lima kelompok bidang studi, yaitu:
  • 6.  Kelompok perkembangan moral
  • 7.  Kecerdasan
  • 8.  Emosional/artisitk
  • 9.  Keprigelan (keterampilan), dan
  • 10. Jasmaniah.


  • ·         Kurikulum 1964 adalah alat untuk membentuk manusia pancasialis yang sosialis Indonesia, dengan sifat-sifat seperti pada ketetapan MPRS No II tahun 1960, yaitu:
  • 1. Pendidikan sebagai pembina Manusia Indonesia Baru yang berakhlak tinggi.
  • 2. Pendidikan sebagai produsen tenaga kerja dalam semua bidang dan tingkatan.
  • 3. Pendidikan sebagai lembaga pengembang Kebudayaan Nasional.
  • 4. Pendidikan sebagai lembaga pengembang ilmu pengetahuan, teknik dan fisik/mental.
  • 5. Pendidikan sebagai lembaga penggerak seluruh kekuatan rakyat.
  •          Penyelenggaraan pendidikan dengan kurikulum 1964 mengubah penilaian di rapor bagi kelas I dan II yang asalnya berupa skor 10 – 100 menjadi huruf A, B, C, dan D. Sedangkan bagi kelas II hingga VI tetap menggunakan skor 10 – 100.

  • Saran
  • Jika dalam penulisann makalah ini terjadi kesalahan atau kekurangan, kami penulis akan menerima kritik dan saran untuk memperbaiki makalah kami agar lebih lengkap, tidak ada manusia yang sempurna hanya Allah swt yang memiliki kesempurnaan.
  • DAFTAR PUSTAKA
  • http://meylanarzhanty.blogspot.co.id/2012/01/analisis-kurikulum-di-indonesia.html
  • http://iznaparadise.blogspot.co.id/2011/10/kurikulum-1964.html
  • http://www.eurekapendidikan.com/2015/02/kurikulum-pendidikan-1964.html
  • https://acehmillano.wordpress.com/2013/03/09/kurikulum-tahun-1964/
  • https://gledysapricilia.wordpress.com/study/sejarah-perkembangan-kurikulum-di-indonesia/
  • Shttp://www.eurekapendidikan.com/2015/02/kurikulum-pendidikan-1964.html


Read More ->>

Saturday, March 16, 2019

FILM TER UPDATE







Hasil gambar untuk IMAGE Incredibles.2.2018.720p.BluRay.x264.950MB-Pahe.in.mkv   Hasil gambar untuk IMAGE Incredibles.2.2018.720p.BluRay.x264.950MB-Pahe.in.mkv   Hasil gambar untuk Scooby-Doo! and the Curse of the 13th Ghost (2019) Film Subtitle Indonesia Streaming Movie Download

Read More ->>

ADMINISTRASI PENDIDIKAN



MAKALAH 

ADMINISTRASI KURIKULUM PENDIDIKAN


BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Salah satu aspek yang berpengaruh terhadap keberhasilan pendidikan nasional adalah aspek kurikulum. Kurikulum merupakan salah satu komponen yang memiliki peran strategis dalam sistem pendidikan. Kurikulum merupakan suatu sistem program pembelajaran untuk mencapai tujuan institusional pada lembaga pendidikan, sehingga kurikulum memegang peranan penting dalam mewujudkan sekolah yang bermutu atau berkualitas. Adanya beberapa program pembaruan dalam bidang pendidikan nasional merupakan salah satu upaya untuk menyiapkan masyarakat dan bangsa Indonesia yang mampu mengembangkan kehidupan demokratis yang mantap dalam memasuki era globalisasi dan informasi sekarang ini.

Salah satu aspek yang dapat mempengaruhi keberhasilan kurikulum adalah pemberdayaan bidang manajemen atau pengelolaan kurikulum di lembaga pendidikan yang bersangkutan. Pengelolaan kurikulum pada tingkat satuan pendidikan atau sekolah perlu dikoordinasi oleh pihak pimpinan lembaga dan pembantu pimpinan yang dikembangkan secara integral dalam konteks Manajemen Berbasis Sekolah (MBS)  dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) serta disesuaikan dengan visi dan misi lembaga pendidikan yang bersangkutan.

B. Rumusan Masalah

1.      Apa pengertian administrasi kurikulum ?

2.      Bagaimana proses administrasi kurikulum ?

3.      Peran Guru dalam administrasi kurikulum ?

4.      Bagaimana proses perkembangan kurikulum ?

5.      Berapa macam model pengembangan kurikulum ?

6.      Apa langkah pengembangan kurikulum ?

C.Tujuan

1.      Menjelaskan pengertian kurikulum

 2.     Menjelaskan proses administrasi kurikulum

3.      Menjelaskan peran Guru dalam administrasi kurikulum

4.      Menjelaskan proses perkembangan kurikulum

5.      Menjelaskan berberapa model pengembangan kurikulum

6.      Menjelaskan langkah pengembangan kurikulum

BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Administrasi
   Administrasi dalam pengertian secara harfiah,kata “administrasi”berasl dari bahasa latin yang terdiri atas kata ad dan ministrare.kata ad mempunyai arti yang sama dengan kata to dalam bahasa inggris yang berarti “ke”atau”kepada”.Dan kata ministrare sam artinya dengan kata to serve atau to conduct yang berarti”melayani,membantu dan mengarahkan”.Dalam bahasa inggris to administer berarti pula”mengatur,memelihara dan mengarahkan”.

Jadi kata”administrasi” secara harfiah dapat di artikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu,malayani,mengarahkan atau mengatur semua kegiatan didalam mencapai suatu tujuan.

B. Pengertian Administrasi kurikulum

Admistrasi kurikulum merupaka seluruh proses kegiatan yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersunggu-sungguh serta pembinaan secara kontinyu terhadap situasi bekalajar mengajar secara efektif dan efesien demi membatu tercapinya tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.

Sebagaimana telah di utarakan di atas bahwa sesungguhnya dalam pengelolaan manajemen pendidikan focus dari segala usahanya adalah terletak pada PBM .  hal ini Nampak jelas bahwa pada hakikatnya segala upaya dan kegiatn yang di laksanakan di sekolah/lembaga pendidikan senantiasa di arahkan  pada suksenya PBM. Suksesnya  pbm dapat di tunjang oleh sarana dan prasarana pendidikan anggaran/biaya, tata laksana, organisasi, serta husemas, termasuk pula supervis yang mantap.

C.     Proses Administrasi Kurikulum

1.      Perencanaan

Perencanaan kurikulum sebagian besar dilaksanakan dan ditentukan oleh Departemen Pendidikan Nasional ditingkat pusat. Ini berarti bahwa ditingkat daerah dan sekolah tidak ada perencanaan kurikulum. Perencanaan kurikulum yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan Nasional ditingkat pusat meliputi hal-hal berikut:

a.    Penyusunan, program dan pengembangan kurikulum yang terdiri atas:

1)        Landasan, program dan pengembangan kurikulum,

2)        Garis-garis besar program pengajaran, dan

3)        Pedoman pelaksanaan kurikulum.

b.    Penyusunan pedoman teknis pelaksanaan kurikulum seperti pedoman penyusunan kalender pendidikan, pembagian tugas guru, penyusunan jadwal pelajaran, penyusunan program pengajaran dan pedoman penyusunan persiapan pengajaran.

Perencanaan kurikulum yang akan digunakan di sekolah seperti kurikulum tingkat satuan pendidikan harus berlandaskan kepada Pancasila sebagai falsafah negara dan Undang-undang Dasar 1945 yang mengamanatkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk merumuskan kurikulum hendaknya diperhatikan prinsip-prinsip umum yang berlaku dalam pengembangan dan perumusan kurikulum itu sendiri yaitu:

a.    Prinsip relevansi,

b.    Prinsip efektifitas,

c.    Prinsip efisiensi,

d.   Prinsip continuitas dan,

e.    Prinsip fleksibelitas.

Di samping itu, perencanaan kurikulum yang dilakukan ditingkat daerah juga meliputi penyusunan rencana pelaksanaan kurikulum seperti penyusunan kelender pendidikan untuk setiap tahun ajaran pada masing-masing daerah. Penyusunan kalender pendidikan dimaksudkan agar terdapat pembakuan pelaksanaan kegiatan di sekolah, sehingga setiap kepala sekolah dapat mengadakan perencanaan dan pengaturan secara cermat terhadap kegiatan di sekolah yang dipimpinnya.

Kalender pendidikan antara lain berisikan:

a.         Permulaan tahun ajaran,

b.        Penerimaan siswa barudan persiapan tahun ajaran baru,

c.         Kegiatan pada hari-hari pertama masuk sekolah,

d.        Hari belajar efektif di sekolah,

e.         Upacara-upacara sekolah,

f.         Hari-hari libur sekolah baik libur umum, libur khusus maupun libur semester atau catur wulan,

g.        Ulangan semester atau catur wulan, UNAS,

h.        Pengisian, pembagian rapor dan kenaikan kelas dan

i.          Kegiatan-kegiatan ekstra kurikuler.

Dalam melaksanakan kalender pendidikan wajib memperhatikan prinsi-prinsip operasional kegiatan sekolah antara lain:

a.         Setiap kegiatan mempunyai fungsi peningkatan mutu, efektifitas dan efisiensi pendidikan.

b.        Setiap kegiatan mempunyai kaitan fungsional dengan kegiatan lainnya yang relevan.

c.         Dalam fungsinya untuk meningkatkan mutu pendidikan kegiatan kurikuler dan ekstra kurikuler merupakan satu keseluruhan yang integratif.

d.        Penjadwalan kegiatan ekstra kurikuler menjamin kelancaran dan efektifitas pelaksanaan kegiatan ekstra kurikuler.

2.      Pelaksanaan

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan guru dalam pelaksanaan kurikulum di sekolah meliputi:

a.         Penyusunan Program Pengajaran Semesteran/Caturwulan

Tujuan penyusunan program pengajaran semesteran atau caturwulan ini adalah untuk:

1)             Menjabarkan bahan pelajaran yang akan disajikan guru dalam proses belajar mengajar.

2)             Mengarahkan tugas yang harus ditempuh guru agar pengajaran dapat dilakukan secara bertahap dan tepat.

Fungsi program pengajaran semester atau caturwulan ini adalah:

1)             Pedoman bagi guru dalam penyelenggaraan pembelajaran selama satu semesteran dan caturwulan

2)             Bahan oleh kepala sekolah dan pengawas dalam melakukan pembinaan terhadap guru.

Langkah-langkah yang ditempuh dalam menyusun program pengajaran semester/caturwulan yaitu:

1)             Mempelajari GBPP mata pelajaran yang dibina.

2)             Mengelompokkan bahan pengajaran yang tercantum dalam GBPP menjadi beberapa satuan bahasan.

3)             Menghitung banyaknya satuan bahasan yang terdapat selam satu semester/caturwulan.

4)             Menghitung banyaknya minggu efektif sekolah (belajar) selam satu semeter/caturwulan dengan melihat kalender pendidikan sekolah yang bersangkutan.

5)             Mengalokasikan waktu yang dibutuhkan untuk setiap satuan bahasan sesuai dengan hari efektif sekolah.

6)             Mengatur pelaksanaan proses belajar mengajar sesuai dengan banyaknya minggu efektif sekolah yang tersedia berdasarkan kalender pendidikan.

b.      Penyusunan persiapan mengajar yang akan digunakan dan dipedomani oleh guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar di kelas.

c.       Pelaksanaan Proses Belajar Mengajar

d.      Kegiatan Kokurikuler dan Ekstra Kurikuler

3.      Pengawasan

Pengawasan identik dengan kata controlling yang berarti pemeriksaan. Sedangkan dalam kamus Bahasa Indonesia pengawasan adalah penilikan dan penjagaan, jadi pengawasan berarti mempertahankan dan menjaga dengan baik. Menurut winardi, pengawasan adalah semua aktivitas yang dilaksankan oleh pihak manajer dalam upaya memastikan bahwa hasil aktual sesuai dengan hasil yang direncanakan.

Pengawasan adalah fungsi administratif bagi setiap administrator untuk memastikan bahwa apa yang dikerjakan sesuai dengan yang dikehendaki. Pengawasan itu meliputi pemeriksaan apakah semua berjalan sesuai dengan rencana yang dibuat, instruksi-instruksi yang dikeluarkan dan prinsip-prinsip yang ditetapkan.

Menurut Simbolon (2004: 62) Pengawasan bertujuan agar hasil pelaksanaan pekerjaan diperoleh secara berdaya guna (efisien) dan berhasil guna (efektif) sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya. Fungsi dari pengawasan, Simbolon (2004: 62) mengemukakan bahwa, fungsi dari pengawasan yaitu:

a.              Mempertebal rasa dan tanggung jawab terhadap pejabat yang diserahi tugas dan wewenang dalam pelaksanaan pekerjaan.

b.  Mendidik para pejabat agar mereka melaksanakan pekerjaan sesuai dengan prosedur yang ditentukan.

c.  Untuk mencegah terjadinya penyimpangan, penyelewengan, kelalaian dan kelemahan, agar tidak terjadi kerugian yang tidak diinginkan.

d.  Untuk memperbaiki kesalahan dan penyelewengan, agar pelaksanaan pekerjaan tidak mengalami hambatan dan pemborosan-pemborosan.
4.  Evaluasi

a.  Evaluasi hasil belajar

Evaluasi hasil belajar merupakan suatu kegiatan uang dilakukan guna memberikan berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil belajar yang telah dicapai siswa. Tujuan dan fungsi evaluasi hasil belajar adalah:
1)      memberikan umpan balik kepada guru dan siswa dengan tujaun untuk memperbaiki cara belajar mengajar, mengadakan perbaikan dan pengayaan bagi siswa, serta menempatkan siswa pada situasi belajar mengajar yang tepat sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.
2)      memberikan informasi kepada siswa tentang tingkat keberhasilannya dalam belajar dengan tujuan untuk memperbaiki, mendalami atau memperluas pelajaran.
3)      menentukan nilai hasil belajar siswa yang dibutuhkan untuk pemberian laporan kepada orang tu, penentuan kenaikan kelas, dan kelulusan siswa.

b.      Evaluasi program pengajaran
Evaluasi program pengajaran merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan program, serta faktor-faktor yang mendukung atau menghambat keberhasilan program tersebut.

D.    Peran Guru dalam Administrasi Kurikulum

Guru berada dalam kegiatan administrasi sekolah.Sekolah melaksanakankegiatannya untuk menghasilkan lulusan jumlah dan mutunya telah ditetapkan.Dalam lingkup administrasi sekolah inilah peran guru sangat penting. Dalammenetapkan kebijaksanaan dan melaksanakan proses perencanaan, pengkoordinasian, pengarahan, pengorganisasian, pembiayaan dan penilaiankegiatan kurikulum, kesiswaan, sarana dan prasarana, personalia sekolah, keuangan dan hubungan sekolah dengan masyarakat.
Disitulah guru harus aktif memberikan sumbangan maupun tenaganya.Administrasi sekolah adalah pekerjaan yang sifatnya kolaboratif artinyapekerjaaan yang didasarkan atas kerjasama dan bukan bersifat individual. Olehkarena itu, semua personel sekolah termasuk guru harus terlibat.
Berikut akan diuraiakan dan dijelaskan kegiatan administrasi pendidikansekaligus peranan guru dalam administrasi pendidikan.
1. Administrasi Kurikulum.
Menurut Prof. Soetjiptodan Drs. Raflis Kosasi,Msc dalam bukunya yang berjudul Profesi keguruan (1999:148) bahwa kurikulum merupakan seperangkatbahan pengalaman belajar siswa dengan segala pedoman pelaksanaanya yang tersusun secara sistematik dan dipedomani oleh sekolah dalam kegiatan mendidiksiswanya”.

2. Administrasi Kesiswaan

Menurut Prof. Soetjiptodan Drs. Raflis Kosasi,Msc dalam bukunya yang berjudul Profesi keguruan (1999:165) bahwa administrasi kesiswaan merupakan proses pengurusan segala hal yang berkaitan dengan siswa disuatu sekolah dimulaidari perencanaan penerimaan siswa, pembinaan selama siswa disekolah, sampaidengan siswa mernamatkan pendidikannya melalui penciptaan suasana yang kondusif terhadap berlangsungnya proses belajar mengajar yang efektif.

3. Administrasi Kesiswaan

Untuk menunjang pelaksanaan pendidikan diperlukan fasilitas pendukung yang sesui dengan tujuan kurikulum. Dalam mengelola fasilitas agar bermanfaat yang tinggi diperlukan aturan yang jelas serta pengetahuan dan keterampilanpersonel sekolah dalam administrasi sarana dan prasarana tersebut.

4. Administrasi personal

Menurut Prof. Soetjiptodan Drs. Raflis Kosasi,Msc dalam bukunya yang berjudul Profesi keguruan (1999:175) personal pendidikan adalah golonganpetugas yang membidangi kegiatan edukatif dan yang membidangi kegiatan non edukatif (ketatausahaan). Personel bidang edukatif adalah mereka yang bertanggungjawab dalam kegiatan belajar mengajar, yaitu guru dan konselor (BK).

E. Proses Perkembangan Kurikulum

Perkembangan kurikulum adalah proses penyusunan rencana tentang isi dan bahan pelajaran yang harus dipelajari serta bagaimana cara mempelajarinya. Persoalan mengembangkan kurikulum bukan merupakan hal yang sederhana dan mudah.menentukan isi atau muatan kurikulum dari visi, misi, serta tujuan yang ingin dicapai, sedangkan menentukan tujuan yang ingin dicapai berkaitan dengan persoalan system nilaindan kebutuhan masyarakat.

Dalam pengembangan kurikulum terdapat dua proses utama, yakni ;

1.      Pedoman Kurikulum meliputi

-          Latar belakang yang berisi rumusan falsafah dan tujuan lembaga pendidikan, populasi yang menjadi sasaran , rasional bidang  studi atau mata kuliah, struktur organisasi bahan pelajaran

-          Silabus yang berisi mata pelajaran secara lebih terinci yang diberikan yakni scope (luang ringkup) dan sequence-nya (urutan pengajian)

-          Desain evaluasi termasuk strategi revisi atau perbaikan kurikulum.

2.      Pedoman instruksional untuk tiap mata pelajaran yang dikembangkan berdasarkan silabus.

Pedoman kurikulum disusun untuk menentukan dalam garis besarnya;

-          Apa yang akan diajarkan (ruang lingkup, scope)

-          Kepada siapa diajukan.

-          Apa sebab diajarkan, dengan tujuan apa.

-          Dalam urutan yang bagaimana (sequence)
F. Langkah – Langkah Dalam Pengembangan Kurikulum
Dalam garis besarnya kita dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut;

1.      Kumpulkan keterangan mengenai factor-faktor yang turut menentukan kurikulum serta latar belakangnya.

2.      Tentukan mata pelajaran atau mata kuliah yang akan diajarkan

3.      Rumuskan tujuan tiap mata pelajaran

4.      Tentukan hasil belajar yang diharapkan dari siswa dalam tiap mata pelajaran.

5.      Tentukan topik-topik tiap matapelajaran.

6.      Tentukan syarat-syarat yang dituntut dari siswa.

7.      Tentukan bahan yang harus dibaca oleh siswa.

8.      Tentukan strategi mengajar yang serasi serta sediakan berbagai sumber /alat peraga proses belajar mengajar.

9.      Tentukan alat evaluasi hasil belajar siswa serta skala penilaiannya.

G. Model Pengembangan Kurikulum

Model pengembangan kurikulum merupakan proses untuk membuat keputusan dan untuk merevisi suatu program kurikulum. Berikut ini akan dipaparkan beberapa model pengembangan kurikulum yang telah dikemukakan oleh para ahli kurikulum antara lain;
1.      Model Tyler
Model Tyler menekankan pada bagaimana merancang suatu kurikulum disesuaikan dengan tujuan dan misi suatu institusi pendidikan. Ada empat hal yang dianggap untuk mengembangkan suatu kurikulum.
a.       Hubungan dengan tujuan pendidikan yang ingin dicapai

b.      Berhubungan dengan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan

c.       Berhubungan dengan pengorganisasian pengalaman belajar

d.      Berhubungan dengan pengembangan evaluasi
Dalam pengembangan kurikulum, tujuan merupakan langakah pertama dan utama yang harus dikerjakan. Merumuskan tujuan kurikulum, sebenarnya sangat bergantung kepada teori dan filsafat pendidikan serta model kurikulum yang dianut. Bagi pengembangan kurikulum yang lebih berorientasi kepada disiplin ilmu maka penguasaan berbagai konsep dan teori, merupakan sumber utama tujuan kurikulum.
Pengalaman belajar adalah segala aktivitas siswa dalam berinteraksi dengan lingkungan. Pengalaman belajar bukanlah isi atau materi pelajaran dan bukan pula aktivitas guru memberikan pelajaran. Pengalaman pelajaran mengacu pada aktivitas siswa di dalam proses pembelajaran.

Ada beberapa prinsip dalam menentukan pengalaman belajar siswa;

a.       Pengalaman belajar siswa harus sesuai dengan tujuan yang ingin di capai.

b.      Setiap pengalaman belajar harus memuaskan.

c.       Setiap perancangan belajar seharusnya melibatkan siswa.

d.      Satu pengalaman belajar dapat mencapai berberapa tujuan yang berbeda beda.

2.      Model Hilda Taba
Model Hilda Taba lebih menitik beratkan tentang bagaimana mengembangkan kurikulum sebagai pengembangan suatu proses perbaikan dan penyempurnaan kurikulum.
Pada prinsipnya terdapat lima langkah perkembangan kurikulum antara lain;
a.       Menghasilkan unit-unit percobaan melalui langkah-langkah berikut;

1.      Mendiagnosis kebutuhan

2.      Memformulasikan tujuan

3.      Memilih isi

4.      Mengorganisasikan isi

5.      Memilih pengalaman belajar

6.      Mengorganisasikan pengalaman belajar

7.      Menentukan alat evaluasi serta prosedur yang harus dilakukan siswa

8.      Menguji keseimbangan isi kurikulum

a.       Menguji coba unit eksperimen untuk memperoleh data dalam rangka menemukan validitas dan kelayakan penggunaannya.

b.      Merevisi dan mengonsolidasikan unit-unit eksperimen berdasarkan data yang diperoleh dalam uji coba.

c.       Mengembangkan keseluruhan kerangka kurikulum.

d.      Implementasi dan diseminasi kurikulum yang telah teruji.

3.      Model Oliva

Menurut Olivia suatu model kurikulum harus bersifat sederhana, komprehensif dan sistematik. Langkah-langkah yang dikembangkan dalam kurikulum model ini terdiri atas 12 komponen yang satu sama lain saling berkaitan.
a.       Menetapkan dasar filsafat yang digunakan dan pandangan tentang hakikat belajar dengan mempertimbangkan hasil analisis kebutuhan umum siswa dan kebutuhan masyarakat.
b.      Menganalisis kebutuhan masyarakat tempat sekolah itu berada, kebutuhan khusus siswa dan urgensi dari disiplin ilmu yang harus diajarkan.
c.       Merumuskan tujuan umum kurikulum yang didasarkan kepada kebutuhan seperti yang tercantum pada langkah sebelumnya.
d.      Merumuskan tujuan khusus kurikulum yang merupakan penjabaran dari tujuan umum kurikulum.
e.       Mengorganisasikan rancangan implementasi kurikulum.

f.       Menjabarkan kurikulum dalam bentuk perumusan tujuan umum pembelajaran.

g.      Merumuskan tujuan khusus pembelajaran.

h.      Menetapkan dan menyeleksi strategi pembelajaran yang dimungkinkan dapat mencapai tujuan pembelajaran.
i.        Menyeleksi dan menyempurnakan teknik penilaian yang akan digunakan.

j.        Mengimplementasikan strategi pembelajaran.

k.      Mengevaluasi pembelajaran.

l.        Mengevaluasi kurikulum.

Model yang dikembangkan ini dapat digunakan dalam 3 dimensi;

a.       Bisa digunakan untuk penyempurnaan kurikulum sekolah dalam bidang-bidang khusus seperti bidang studi tertentu disekolah, baik.

b.      dalam tataran perencanaan kurikulum maupun dalam proses pembelajaran.

c.       Bisa digunakan untuk membuat keputusan dalam merencanakan suatu program kurikulum.

d.      Bisa digunakan dalam mengembangkan program pembelajaran secara lebih khusus.

4.      Model Beaucham

Beaunchamp mengemukakan lima langkah dalam proses pengembangan kurikulum, seperti berikut;
a.       Menetapkan wilayah atau area yang akan melakukan perubahan suatu kurikulum.bisa terjadi hanya satu sekolah, satu kecamatan, kabupaten, atau mungkin tingkat provinsi dan tingkat nasional.
b.      Menetapkan pihak-pihak yang akan terlibat dalam proses pengembangan kurikulum.
Pihak-pihak yang harus dilibatkan itu terdiri dari para ahli/spesialis kurikulum, para ahli pendidikan termasuk para guru ang dianggap berpengalaman, para professional lain dalam bidang pendidikan seperti (pustakawan, laboran, konsultan pendidikan) dan para professional dalam bidang lain beserta para tokoh masyarakat (politikus, industriawan, pengusaha) dalam proses pegembangan kurikulum, semua kelompok yang terlibat itu perlu mendapat informasi tentang tugas dan perannya secara jelas.
c.       Menetapkan prosedur yang akan ditempuh. Yang meliputi merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus, prosedur selanjutnya dilaksanakan dalam 5 langkah; (1). Membentuk tim pengembangan kurikulum. (2). Melakukan penilaian terhadap kurikulumyang sedang berjalan. (3). Melakukan studi atau penjajakan tentang penentuan kurikulum baru, (4). Merumuskan kriteria  dan alternatif pengembangan kurikulum. (5). Menyusun dan menulis kurikulum yang dikehendaki.
d.      Implementasi kurikulum. Tahap ini perlu dipersiapkan secara matang berbagai hal yang dapat berpengaruh baik langsung maupun tidak langsung terhadap efektivitas penggunaan kurikulum seperti pemahaman guru tentang kurikulum, sarana atau fasilitas yang tersedia, dan menejemen sekolah.
e.       Melaksanakan evaluasi kurikulum yang menyangkut; 1). Evaluasi terhadap pelaksanaan kurikulum oleh guru-guru disekolah. 2). Evaluasiterhadap desain kurikulum. 3). Evaluasi keberhasilan anak didik, dan 4) . Evaluasi sistem kurikulum.

BAB 3
PENUTUP

A.    Kesimpulan

Jika merujuk pada pengertian administrasi secara sederhana sebagai kegiatan mengarahkan, maka istilah administrasi kurikulum menekankan pada upaya bagaimana mengarahkan kurikulum sehingga kurikulum dapat dilaksanakan secara tepat dalam berbagai kegiatan pendidikan. Seperti di ketahui, kurikulum mengandung rencana kegiatan yang akan dilakukan selama proses belajar mengajar. Kurikulum seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai panduan, tetapi kurikulum juga sebagai instrument dalam meramalkan keadaan masa datang. Dengan demikian, kurikulum memiliki peran sentral dalam mengarahkan capaian tujuan dan sasaran pendidikan.

Jadi kegiatan dalam administrasi kurikulum adalah berbagai kegiatan yang bertujuan untuk melaksanakan dan mengembangkan kurikulum sehingga kurikulum dapat dijadikan sebagai instrument dalam mencapai tujuan dan sasaran pendidikan. Dengan menerapkan prinsip-prinsip administrasi, kurikulum kemudian di kembangkan, sehingga dalam pelaksanaannya kurikulum dapat mencapai sasaran pendidikan yang di harapkan. Setidaknya, kegiatan administrasi kurikulum menghendaki agar rumusan kurikulum benar-benar terencana dengan baik, sehingga dalam pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik pula.

B.     Saran
Penulis menyadari akan kekurangan makalah ini, oleh sebab itu diharapkan kepada pembaca untuk dapat memberi kritik dan saran yang konstruktif dalam rangka penyempurnaan makalah ini. Akhirnya, kepada Allah jualah penulis menyerahkan diri serta memohon taufik dan hidayah-Nya. Semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

DAFTAR PUSTAKA

Syahril, 2009, Profesi Kependidikan, Padang: UNP PRESS.

Soetjipto, 2009, Profesi Keguruan, Jakarta: Rineka Cipta.

Drs.M.Ngalim Purwanto,Mp, 1987, Administrasi dan Supervisi Pendidikan, Bandung: PT.                  Remaja Rosdakarya

Prof.Dr.H Ramayulis, 2008, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta:Kalam Mulia.

Prof.Dr.H.Wina Sanjaya,M.Pd, 2010, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta:Kencana.

Dr.Rusman,M.Pd., 2009, Manajemen Kurikulum, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Drs.B.Suryosubroto, 2004, Manajemen  Pendidikan di Sekolah, Jakarta:Rineka Cipta.

Prof.Dr.Suharsimi Arikunto, 2008, Manajemen Pendidikan, Yogyakarta: Aditya Media.

Hamalik , Oemar, 2010, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta: Bumi Aksara.

Hernawan ,Asep Herry,2008. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran,Jakarta : Universitas          Terbuka.

Read More ->>

Popular Posts

Blogger templates

GAME

Blogger news